Expert,bukan rata rata

Saya membaca dari sebuah artikel ,agar bisa dibaca kapan saja saya menuliskannya disini;

Karena kalau kamu mau berhasil maka kamu harus ahli dibidangnya.kenapa demikian?

Pertama , Seorang yang Expert semakin menambah rasa percaya diri  sedangkan  orang orang  yang tidak percaya diri biasanya mereka fokus pada kelemahannya bukan pada keahliannya.Harga seorang yang expert lebih mahal,dia mempunya daya jual yang tinggi ,dia lebih mudh mengambil keputusan dengan ringan,tidak merasa takut dan kawatir,sedangkan orang yang kemampuannya rata rata lebih cepat panik,takut tergantikan oleh kompetitor dan orang orang seperti mudah di cari dimana mana.

Kedua,Nikmatnya bertambah banyak Menurut G William,Profesor Psikologi dan Sosiologi di Universitas Calivornia 80 % Polulasi dunia memperebutkan 7 % perputaran uang.Sementara 93% jumlah uang yang yang beredar didunia dikuasai oleh 20% populasi manusia, dan yang 20% itu adalah orang-orang expert di bidangnya masing-masing. Semakin expert seseorang itu maka bahwa orang itu termasuk orang yang mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Wajar bila berbagai nikmat akan ditambah kepada orang itu.

Ketiga, Memang proses untuk Expert membutuhkan kerja keras yang sangat tinggi,mengharuskan jam belajar yang lebih banyak namun setelah proses expert dilalui maka dia akan menikmati hasilnya sehingga hidupnya semakin menjadi lebih mudah ,karena peluang akan selalu menghampirinya,lebih dibutuhkan banyak orang sehingga kita tidak lagi mencari pasien akan tetapi pasien itu yang menghampirinya.

Nah selanjutnya kita pasti bertanya Bagaimana Caranya menjadi EXPERT??

1.Pilih Profesi yang tepat untuk anda

Yaitu profesi yang anda tekuni adalah yang terbaik bagi anda,profesi yang dilandasi dengan passion,talenta dan hobi anda ,jangan memilih profesi karena ikut ikutan teman,trend,karena duitnya banyak dan lain lain .pastikan anda senang dengan profesi tersebut sehingga anda bisa enjoy dan leluasa untuk mengembangkan diri disana,biasanya kalau seorang mencintai sesuatu pasti akan melahirkan ide ide cemerlang,kreatif dan inovasi yang tinggi .makanya fokuslah pada profesi anda dan anda harus yakin bahwa peluangnya amat kecil jika nda beralih ke profesi lain. Anda harus fokus pada pilihan, tidak boleh plin plan.
Sebuah penelitian yg dilakukan oleh Barry Schwartz yang ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul The Paradox of Choice menunjukkan bahwa ketika ada lebih banyak pilihan, logika sederhananya, tentu kita, atau Anda akan lebih terpuaskan. Tetapi nyatanya, tidak demikian. Yang terjadi adalah why more is less. Ternyata, ketika ada lebih banyak pilihan, itu tidak sama degan peningkatan munculnya rasa nyaman, aman dan terpuaskan, melainkan justru menurunkannya. Dan yang muncul justru peningkatan rasa cemas, bingung, terancam. Bahkan pada titik tertentu bisa menimbulkan depresi dan stress berkepanjangan. Maka, fokuskan pada satu pilihan profesi yang memang Anda yakin akan menjadi salah satu yang terbaik di profesi itu.

2.Pertajam Profesi Anda,

Untuk mempertajam keahlian anda maka harus selalu mengasah dan mengasahnya ,karena dengan jalan itulah anda akan menjadi puas,anda akan bahagia,anda akan merasa sudah mencapai klimaks usaha ,karena tidak akan merasakan bahagia jika orang tidak benar benar mencapai titik puncah usaha ,semakin pisau diasah maka semakin tajam pisau itu,sama halnya dengan skill jika semakin lama dilatih maka skill kita akan meningkat dan expert .Berikut ini saya tuliskan bagaimana cara mengasahnya ,saya berikan dengan sebuah cerita .Bagaimana mengasahnya? Pada tahun 1993, tiga orang pakar melakukan penelitian di Berlin Academy of Music. Mereka berusaha menemukan jawaban, bagaimana seseorang bisa menjadi pakar dalam bidangnya atau menjadi seorang expert. Dibantu seorang profesor, mereka mengelompokkan mahasiswa tingkat akhir ke dalam tiga kategori: 1) calon guru musik 2) calon pemusik profesional 3) calon maestro musik dunia. Pertanyaan mereka adalah: Semua mahasiswa yang diterima dan belajar di akademi tersebut, pastilah orang-orang berbakat. Lalu kenapa akhirnya ‘nasib’ mereka berbeda? Ada yang sekadar menjadi musisi biasa, dan ada yang bisa menjadi expert. Untuk memperkuat hasilnya, mereka ulang penelitiannya dengan model pengkategorian yang sama namun menggunakan sample profesi yang beragam, mulai dari musisi, pemain catur, sampai dengan olahragawan. Akhirnya, mereka berhasil membuat kesimpulan luar biasa. Ternyata yang membedakan ketiga kategori itu adalah berapa lama waktu yang telah mereka alokasikan untuk berlatih. Yang berhasil menjadi expert ialah yang telah mengalokasikan waktu untuk berlatih selama 10,000 jam.
Artinya, tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang expert. Ada proses yang harus Anda lewati selama 10.000 jam.

Kesimpulan itu, kini dikenal sebagai 10.000 hours rule (peraturan 10.000 jam), yaitu dengan terus-menerus melakukan latihan yang direncanakan, dengan hasil yang terus meningkat. Dengan kata lain melakukan deliberate practice di satu profesi yang telah Anda pilih untuk jalani. Deliberate practice adalah latihan yang direncankan dan hasilnya terus meningkat. Tidak dianggap latihan bila hanya rutinitas. Peningkatannya harus terus menerus, Anda memerlukan mentor/guru yang bisa memberikan respon terhadap apa yang Anda lakukan.

Berikut adalah nikmat jika kita menjadi expert di bidangnya,silahkan klik pada gambar.

Kita mulai dari Jago Main Gitar Akustik

Lalu Gadis yang jago main Biola

Kemudian ini Pertarungan dua orang Jago Piano

INi seorang Hacker yang jago membobol Server hanya dalam beberapa menit

Lalu pertarungan seorang yang jago main pedang

Yang ini adalah pertarungan dua orang jago Wushu

Dan ini seorang yang sangat expert dalam pertarungan pistol