Next Planning

Melanjutkan tulisan sebelumnya bahwa saya sekarang masih menjadi System Administrator jaringanpada sebuah perusahaan Principal kepunyaan Prancis(ingenico group) bergerak dibidang Industry Payment Solusion ,Nama perusahaannya Adalah Payment Solution Indonesia yang seharusnya namanya adalah Ingenico Indonesia ,karena nama Ingenico ini ternyata sudah ada yang memakai di Indonesia dan itu sudah punya Nomor SK Notaris maka Perusahaan saya menggunkan Nama lain saja,meskipun kabarnya Tim Legal sedang mengupayakan untuk mendapatkan nama INGENICO Indonesia.

FYI,Kebanyakan Customer kita adalah Bank Bank Besar yang ada di Indonesia ,kita provide di Mesin EDC Ingeniconya dan Jasa pengelolaan mesin EDC ,ada beberapa bank seperti Bank BCA dan Non BCA seperti BRI,City Bank,Bank Bukopin,Danamon Bank,Mega Bank.

Ternyata pada susunan Organisasi Perusahaan yang baru di Akuisisi ini ,Posisi saya masih Sebagai IT Sysadmin dan IT Support  Single Fighter hehhehe (red:sedih)dan yang  mana pertanggung jawabannya langsung kepada General Manager bukan ke Manager lagi karena saya tidak punya Manager langsung dalam susunan ini(tidak jarang pada susunan sebelumnya saya malah bypas langsung ke Director) humm hebat bukan??enggak hebat kok,kenapa ?karena Gajinya juga masih selevel Supervisor (ya lebih besar sedikit ketimbang SPV biasa sih)tapi bukan Selevel Manager .Di Level yang sama ada 6 orang Programmer kenapa programmer tidak saya sebut IT ?karena mereka mempunyai Divisi yang terpisah dengan IT(6 Programmer dan 1 Manager Programmer) serta ada bagian NCC (1 orang NCC Manager dan 3 Staff NCC support).Bagian lain adalah Sales,GA&HRD,WareHouse,Operasional dan lain lain.dan beberapa karyawan yang jumlahnya mungkin di angka kurang dari 200 orang.

Lahh terus kenapa kamu sendirian  Ahmadi?kenapa tidak minta partner atau staff junior?? Ya beginilah adanya..mungkin Si Bos percaya dan mampu bahwa aku bisa menghandle sendirian,ya emang sih terbukti dengan 3 Tahun saya menghandle PT ISM(walaupun babak belur klo boleh jujur,fisik dan pikiran)

Kemudian apa yang akan saya lakukan? Yang Jelas saya akan menjawab tantangan Si Bos untuk megang dan menahkodai perusahaan ini.Untuk itu dibutuhkan Skill yang matang sehingga langkah langkah berikut akan aku tempuh .Ini inisiatifku sendiri bukan perintah  Boss ataupun Sponsor ,karena selama ini memang saya yang berinisiastif sendiri

Pertama  yang akan saya lakukan adalah ;ccnaSaya akan ambil Ujian Sertifikasi CCNA (Cisco Certified Networking Associate) yang mana pelatihannya sudah saya ambil dan biaya testnya juga sudah saya bayar sih sebenanrnya tapi belu berani ujiannya heheh…Payah kau  ahmadi.CCNA ini saya ambil untuk mengupgrade pengetahuan saya tentang jaringan pada khususnya dan perangkat Cisco pada umumnya walaupun CCNA saja belum cukup sih untuk mendalami perangkat Cisco ,tetapi paling gak taulah heh 😀 Karena Next Plan kita akan menggunakan MPLS dan ini siapa lagi yang setting jika bukan saya hayooo:D ,minggu ini saja sudah mengajukan Router 1941-IPSec/K9 untuk project Lease Line BCA nantinya.

2.Kedua,yang harus saya lakukan adalah

mtcna1mtcreSaya akan mengikuti Pelatihan Mikrotik tingkat Basic(MTCNA) dan Advanced(MTCRE) di salah satu training Network di Jakarta mudah mudahan cepat menguasai dan Lulus mendapatkan Ilmunya dan Sertifikasi Mikrotik Internasional.kenapa saya musti belajar Mikrotik?
Karena di Perusaan saya menggunakan Mikrotik sebagai Routernya jadi mau nggak mau saya harus menguasainya..

3.Mempelajari Windows Server ,Aktif Directory,Networking di Windows Server,Web Server dan menguasai fitur dan fungsi pada Windows Server termasuk security aplikasi dan networking  .windows server

Saya juga harus belajar Email Server  karena di Ingenico pusat menggunakan Echange Server maka mau nggak mau saya harus menguasai Teknologi ini.saya yakin dalam waktu yang relatif pendek saya bisa menguasai karena pada dasarnya Windows Server itu mudah kok 😀 dari pada Linux .

4.Linux ,linux

Selanjutnya saya harus memperdalam Ilmu Linux saya sampai tingkat advance karena sekarang juga saya masih maintenance Linux Centos di Internal maupun yang Colo di Salah satu Data Center.