Hanyalah Permainan

Apa yang menjadi masa lalumu, adalah apa yang membentukmu saat ini. Pun begitu dengan masa kecil, masa di mana kita hanya mengenal permainan.

Ya. Bukankah sejatinya hidup itu hanyalah permainan? Sebagaimana kita dulu, yang dipertemukan oleh gobak sodor, kelereng, dan bekel. Aku yang pelupa ini bahkan masih ingat, bahwa adik perempuanku pernah menjadi teman sepermainan yang handal. Andalah kami adalah permainan menjadi orangtua, di mana para boneka berperan sebagai anak-anak yang manis. Yang dibutuhkan hanyalah berimajinasi bersama. Tujuan yang sama. Rule yang sama.

Mari kita ingat kembali kawan, saat di mana kita mencari, menemukan, mengikuti, menciptakan, menularkan. Itulah kita dan segala macam jenis permainan yang kita miliki. Setelah diingat, ternyata menjadi bahagia itu mudah. Bahkan dulu kita sudah sangat bahagia dengan permainan legendaris dunia bernama “petak umpet”, atau sekedar meniru secara persis drama “petualangan sherina” lengkap dengan nyanyian dan tariannya.

Lalu, permainan berakhir, bersamaan dengan bel masuk kelas. Saat itulah kita menyadari bahwa permainan, semenyenangkan apa pun, tetap saja berakhir. Begitu pula dengan dunia ini.

Tapi tidak apa bukan? Karena ketika kita mengakhiri sebuah permainan, akan ada permainan lain yang menanti.

Meski hanya sekumpulan kenangan, kalian yang pernah menemaniku di pulau imajinasi menjadi salah satu yang terdepan, yang mengukir mimpi di hati gadis kecil berkuncir satu itu. Kelak.. permainan permainan kita dahulu, mungkin akan menjadi inspirasi bagi gadis itu, saat kelak ia tumbuh dewasa, dan menjemput takdirnya, untuk menjadi teman bermain pertama malaikat malaikat kecilnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s