Bisnis Kurir #tanyabudi, Baru Berdiri Setahun Beromset Rp 120 Juta Sebulan

INSPIRASI memang tidak selalu datang dari orang besar. Sesuatu yang terbukti banyak mengubah kehidupan orang ini kadang datang dari orang kecil, bahkan anak-anak.

Itu pulah yang diakui Budi Kurniawan Kamrul. Alumnus Fakultas Hukum Unhas 2010 ini sudah menjadi raja kurir di Makassar.

Budi tidak perlu sekolah ke luar negeri untuk mencari bekal mengarungi bisnis yang ia geluti sejak beberapa bulan terakhir. Tak perlu kursus khusus. Bahkan tak perlu pinjam uang di bank untuk mengawali bisnisnya itu.

Budi hanya menjadi penyabar sejenak mendengar celoteh ponakannya. Ketika itu, sang ponakan merengek minta dibelikan nasi goreng. Percakapan kecil dengan ponakan pertengahan tahun lalu itulah menjadi awal kesuksesan Budi dalam berbisnis.

Permintaan orangtua si anak yang rela memberi tips kepada Budi untuk membelikan si anak nasi goreng, membawa alumnus Fakultas Hukum Unhas tahun 2010 ini mendirikan jasa kurir #tanyabudi, 12 Desember 2012.

Melalui akun twitter @tanyabudi, pria yang sudah memiliki sertifikat advokat serta mediator sertifikasi Mahkamah Agung (MA) ini menyediakan layanan antarmakanan, penjualan, pengantaran tiket event maupun pesawat terbang, serta  kurir  barang, kepada seluruh warga Makassar.

“Ternyata, sudah lama warga Makassar menanti ada jasa pengantaran. Dalam bulan pertama saja, sepanjang Desember, kami melayani sekitar 700-800 pengantaran. Kebanyakan permintaan pengantaran makanan,” ujarnya.

Sejak awal menggeluti jasa antar dengan slogan Anda Bertanya Kami Antar ini, twitter menjadi pilihan Budi. “Twitter yang paling cepat. Sekarang juga zamannya twitter. Tapi kami juga ada di Facebook, BBM, dan website,” jelasnya.

Pilihannya tak salah. Hanya dalam dua bulan, akun twitter @tanyabudi sudah memiliki lebih dari 4.000 follower. Melalui promosi di media sosial ini, di bulan kedua beroperasi, Januari 2013, omsetnya melesat menjadi Rp 120 juta.

#tanyabudi buka pukul 09.00 wita hingga 23.00 wita setiap hari sepanjang Minggu, kecuali Jumat mulai pukul 15.00 wita. Untuk sekali antar, harganya tidak mahal. Hanya Rp 15 ribu untuk member dan Rp 20 ribu non member. “Kecuali kalau jaraknya jauh, biasa ongkosnya berbeda lagi,” kata Budi.

Untuk modal awal, pria yang pernah magang sebagai advokat bersama pengacara kondang Tajuddin Rachman ini menyiapkan sekitar Rp 1 juta. “Rp 600 ribu untuk mendaftarkan merk saya, dan Rp 400 ribu untuk persiapan biaya bensin dan pembelian makanan,” ujarnya.

Awalnya Budi hanya bekerja sendiri. Ia sendiri yang langsung mengantar barang-barang tersebut. “Sampai orang tua kasihan melihat saya,” ujarnya. Tapi sekarang, ia sudah memiliki 11 staff, untuk melakukan pengantaran. “Saya juga masih turun sendiri,” tambah Budi.

“Di antara klien kami, banyak wanita yang sedang hamil dan ngidam. Bahkan pernah ada yang memesan rujak di malam hari. Alhamdulillah kami bisa dapat,” ujarnya.

Untuk pengembangan bisnis, menurut Budi, sudah ada investor yang menawarkan untuk membuka #tanyabudi di luar kota, antara lain Jakarta dan Kendari

sumber : Tribun news

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s