Anak Muda pekerja keras

Baru saja saya mendaftar event seminar yang di adakan accelerator.co.id ,saya tidak akan membahas mengenai apa yang akan diseminarkan melainkan sosok anak muda ini.reiner

Namanya Reiner Bonifasius Rahardja, hemm keren ya ,kayak nama tokoh film anak anak yang saya suka zaman dulu ya,zaman ksatria baja hitam 😀 pembela kebenaran dan keadilan ,,  tapi reiner yang satu ini adalah Pemuda pekerja keras yang mau dan mampu menggapai mimpinya dengan potensi yang dia punya.simak cerita saya :

Reiner ini baru berumur 26 tahun , ya seumuran dengan saya gantengnya juga hampir sama (aminkan saja) dengan saya cuma beda etnis aja ,saya etnis jawa dan dia etnis china ,,ahh ini juga nggak penting karena saya suka berkawan dan suka berbagi semangat dengan teman  china,mereka itu semangatnya bukan main bahkan saya pengen punya keluarga dari keturunan china (muslim).

Yuk kembali ke topik; Saat ini Reiner dikenal sebagaimana pengusaha mudah yang berpengaruh dalam dunia bisnis dan strategi penjualan (ahli marketing) Layaknya wairausahawan lainnya ia memulai usaha dari UMKM (Usaha Mikro Keci Menengah) dan berhasil melakukan penjualan lebih dari seperempat trillyun rupiah di usia yang saat ini 26 tahun (lahir Jakarta 13 Juli 1988 )hemm jurus apa yang digunakan ya ?sehingga menjadikan ia sosok inspirasional wirausahawan di tanah air .

Terlahir dari keluarga yang sederhana membuat ia mempunya tekad yang kuat untuk mandiri, sejak lulus SMA dia memutuskan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa menerima uang dari orang tuanya sejak tahun 2006.awalnya reiner memulai usaha sebagai sales kartu kredit sambil menjalani kuliah sejak saat itulah insting bisnisnya muncul sehingg ia menjadi sales person terbaik.

Latar belakang dia yang dari keluarga biasa biasa saja dan memiliki self estem yang rendah dan IPK nya juga tidak besar sehingga banyak teman temannya menatakan dia tidak akan mempunyai masa depan.ya tapi bukan reiner namanya jika ia putus asa melainkan ia menerima kekurangan dan sabar akan cercaan teman temannya.siapa sangka saat ini dia menjadi sosok yang rendah hati dan mengajarkan prinsip prinsip hidup positif dan baik dalam kehidupan sehari hari maupun dalam dunia bisnis.

Sebelum terjun ke bisnis dia sudah bekerja pada 3 perusahaan sekaligus yaitu sebagai sales kartu kredit di salah satu bank , kemudian broker perdagangan berjangka serta marketing planner di sebuah perusahaan konstruksi dari hasilnya itu ia bisa menghasilkan 25 juta perbulan di usianya yang saat itu masih 20 tahun.

Reiner menamatkan kuliahnya di Inti College dengan cepat.dia mendapatkan gelar Bachelor of Business Administration dari University of Southern Queensland, Australia. dia hanya tidur 3-4 jam dalam sehari selama 2 tahun sehingga tak jarang ia sakit sakitan,bahkan pernah operasi batu ginjal di usianya yang masih sangat muda yaitu 20 tahun. Ayahnya sampai menasehati dia untuk apa mempunyai uang banyak kalau sakit sakittan jika uang itu habis dipakai untuk berobat, kata kata ayahnya itu membuat ia beralih menjadi seorang wirausaha.

Sejak tahun 2009 ia mulai meninggalkan pekerjaannya dan menapaki dunia wirausaha dengan modal yang dimilikinya selama bekerja yaitu menjual cireng isi .Bisnisi ini dimulai dari 5 cabang minimarket dan supermarket di sekitar tempat tinggalnya dan tidak butuh waktu lama dia membuka cabang menjadi 20 cabang kemudian berkembang menjajal bisnis restoran sederhana ala japanesse food di sekitaran kampus dan membuka 2 cabang disana.2 tahun selanjutnya ia menjual semua aset jaringan bisnisnya dan beralih ke bisnis General Trading yang ia jalankan sampai saat ini.

Untuk memperhebat ketajamannya dibidang marketing dan penjualan dia pernah menerima jabatan sebagai VP Marketing di sebuah perusahaan asing pada tahun 2010 yang mana dia bisa membubukan pendapatan perusahaan yang meningkat drastis.

Saat ini reiner mempunay 2 perusahaan yang bergerak di bidang exim dibawah naungan reitech solusindo dengan keinginannya yaitu membuat sebanyak banyaknya lapangan pekerjaan dan anti dengan mencari lowongan pekerjaan.

Reiner , dimana anak muda kebanyakan menggunakan masa mudanya dengan santainya, hidup mengikuti air mengalir apa adanya. Impian Reiner sangat besar ia ingin hidup sukses sehingga bisa menginspirasi banyak orang di sekitarnya melalui ilmu enterpreneurship yang dimiliki.

Menjadi anak muda jangan seperti seonggok daging yang tak berguna, hidup tanpa visi yang  jelas.” Ubahlah diri sendiri dulu baru bisa mengubah orang lain” tuturnya.

Saat ini reiner menjadi sosok anak muda yang menginspirasi banyak orang .dia mengajarkan skill enterpreneurship pada anak muda dan panti-panti asuhan secara gratis atas nama organisasinya yang disebut ONE TEAM (Opportunity Never Ends).

Dia melihat Dunia pendidikan dan dunia usah mempunyai gap yang sangat besar

sehingga project yang akan dikerjakan selanjutnya adalah menjembatani theoretical knowledge dengan real life experience agar pengusaha dari generasi muda Indonesia tidak hanya mampu menjadi pengusaha tapi mampu menjadi pengusaha sukses.makanya diperlukan anak mudah usia dibawah 40 tahun dengan menjadi komunitas dan pendidik enterpreneur terapan guna mempercepat laju pertumbuhan pengusaha di Indonesia.

Gebrakan itu rencana akan dimulai dengan mengadakan Entrepreneurs Convention Under 40 yang mengundang lebih dari 1000 praktisi usaha  Indonesia secara gratis yang merasa butuh dukungan percepatan dalam pengembangan bisnisnya.”Tentunya saya memanggil seluruh pengusaha muda untuk berjumpa langsung di event prestigious tersebut yang akan gencar kami gemakan di media cetak maupun elektronik beberapa bulan mendatang”
Reiner berpesan “jangan hanya sibuk berdoa memohon berkah, tetapi mulailah sibuk untuk melakukan hal-hal besar yang mengundang keberkahan” Jangan sia-siakan waktu, sebab dengan waktu kita bisa mendapatkan banyak hal, tetapi kita tidak pernah bisa membeli waktu walaupun sudah memiliki segala hal. “Masa depan di mulai dari diri sendiri, seberapa berhargakah bisnis anda, sebesar itulah anda meluangkan waktu dan tenaga untuk membesarkan bisnis tersebut”, pesan Reiner.
source : Breakthru & seputarukm.

Inilah yang harus anda lakukan untuk menjadi Millionaire

Mungkin sebagian dari anda merasa ogahh..jika membicarakan tentang uang, merasa ahhh,….saya sudah cukupp..,atau ahh buat apa kaya de el el..bagi sebagian lain membaca artikel ini adalah menarik karena mereka ingin save money lebih, karena pengen invest untuk hari tua,untuk sekolah anak lebih tinggi de el el..karena kita tahu kebutuhan manusia setiap hari semakin banyak dan untuk meraihnya butuh pengrobanan ,,hehhe ini [ ilmu ekonomi kelas 2 SMP kalau nggak salah..]. bagi anda yang tertarik coba pertimbangkan tips berikut ;

1.Follow the money

Tingkatkan income anda (misal:gajian bulannan karena kita sebagai pegawai) hitung pendapatan kita perbulan dibagi hari kerja dibagi jam kerja. Misal pendapatan kita 5 juta dengan total 20 hari  kerja dan 8 jam per hari. oke mari kita hitung bersama 5000.000: 20:8=31.250 nah inilah income anda 31.250 perjam. Nah kalau hanya segitu bagaimana anda bisa jadi Milionaire? right !! okay mungkin ada yang mengatakan yaaa lemburlah nyari tambahan..okay jika anda lembur berarti anda nambah jam kerja ,,rumusnya masih sama lohh.. dan setiap orang dikasih jumlah jam yang sama 24 jam. coba pikirkan lagi cara meningkatkan pendapatan anda.

2.Don’t show off  , show up

Jangan menggunakan income anda untuk membeli barang mewah yang tidak terlalu berguna (baca:butuh) misalnya membelanjakan uang anda untuk membeli mobil misalnya,,jika dilihat dari mobilitas anda tidak terlalu padat dan jarak tempat kerja anda tidak terlalu jauh maka anda nggak perlu mobil (kenali kebutuhan anda, janganturuti keinginan anda). Personally saya lebih suka membelanjakan income untuk suatu hal yang nilainya bisa naik dan naik terus misal beliin rumah, walaupun KPR atau beliin tanah keduanya adalah barang dinamis.okayy

3.Save to invest, Don’t save to save

Orang orang yang bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan gede dan menabungnya. menabung adalah bagus daripada boros 😀 tapi ada cara yang lebih bagus lagi yaitu investasikan income anda , menabung itu memperlambat proses menambah karena uangnya diam kan..mendingan jika uang kita banyak investasikan misalnya anda invest di bisnis teman di bidang apapun itu yang penting bisnisnya maju/berkembang lohh ya, jangan invest di bisnis yg mau ambruk.misal invest di sektor properti, tambang, dll

4.Jangan suka hutang yang gak penting

Jangan berhutang yang tidak menghasilkan apalagi hutang untuk keperluan sekunder atau untuk membeli sesuatu dengan niat gaya gayaan , misal beli mobil yang harganya tinggi, karena mobil itu nilainya selalu turun bulan demi bulan tahun demi tahun, jika kita jual harganya pasti jauh ..mending beli tanah atau properti atau emas ,dll yang nilainya selalu naik.

5.Carilah mentor yang sudah terbukti berhasil

Belajarlah dari senior yang sudah terbukti berhasil, pelajari apa yang dia lakukan, pelajari langkahnya, minta ajarin dan minta di bimbing , tentunya anda juga harus cerdas. belajar kepada ahlinya lebih cepat membuat anda bisa daripada mencoba coba (percepatan rezeki versi Mas @Ippho santoso)

6.Sedekahkan harta anda untuk mensucikannya

Ingat ya …ada sebagian rezeki kita adalah hak orang lain, maksudnya apa ? rezeki yang kita punyai harus kita bagikan kepada sesama yang membutuhkan , makanya ada yang namanya zakat mal,zakal fitrah, infak, dll ini adalah cara untuk membersihkan harta kita, dan lagi ingat ya..harta yang kita sedekahkan akan diganti oleh Allah ..ini ilmu matematika sedekah, semakin banyak yang kita sedekahkan maka semakin banyak Allah menambah rezeki kita ..you agree ? buktikan !!

7.Teruslah cari ilmu untuk menambah pengetahuan anda

tau nggak ilmu itu pedangmu, ilmu itu senjatamu , bahkan di islam saja mengajarkan melakukan amal tanpa ilmu itu tidak diterima .income seseoarang terkait dengan pengetahuannya/ilmunya ..orang dengan income 4 juta hanya tau mencari cara untuk mendapatkan 4 juta, orang dengan income 100 juta berarti dia tau cara mencari uang 100 juta dengan ilmunya.dst  lanjutin sendiri hehhe.. lalu ada yang nanya si A tidak kuliah aja , atau hanya tamat SD aja bisa mencari uang 100 juta perbulan mas..eitss jangan salah bukan berarti dia gak sekolah berarti dia gak punya ilmu..karena ilmu itu tdk hanya didapatkan dari bangku kuliah saja bukan…coba pikirkan..

source : artikelnya mas @denny santoso dan Artikel aku sendiri.

Mau usaha tak punya modal ?

Kerap kali kita mendengar seseoarang jika ditanya kenapa gak usaha saja ? jawabannya saya tidak punya modal. Saya sering mendengar dan termasuk saya mungkin mengatakan demikian.Nah coba kita renungkan kalau status kita adalah pegawai dan kita adalah bener bener pegawai tulen(pegawai yang pengahasilan netto dari gajian) tentunya kita akan sangat lama sekali untuk mengumpulkan modal yang ada adalah tidak jadi Usaha walaupun kita sudah berusaha menabung (ternyata menabung bukan cara yang tepat untuk ngumpulin modal)

.

Dalam hal ini saya tidak mengatakan untuk usaha tidak butuh modal sama sekali tetapi membangun usaha dengan modal seadanya. Berikut beberapa petunjuk yang bisa kita ikuti:

1.Membuat produk lalu menjualnya

Produk apapun itu yang anda buat jual aja, tentunya dengan kualitas produk anda yang bagus sehingga orang akan mempertimbangkan untuk membeli produk anda. Jika produk anda ternyata laku di pasaran lakukan tambah produk yang anda buat misal awalnya anda membuat 10 barang ternyata hari demi hari permintaan meningkat hinggal dalam seminggu pasar membutuhkan 50 barang , maka bergegaslah tanggap terhadap pasar ,produksilah lebih dan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan .ingat pesan saya “Jangan turunkan KUALITAS barang anda.

2.Menjual Jasa anda

Setiap manusia pada dasarnya punya keahlian masin-masing, keahlian apapun itu entah itu yang sepele maupun keahlian tertentu (high skill). Anda bisa menjual keahlian/jasa anda kepada orang lain, tawarkan kepada orang bahwa anda bisa membantu dia dengan baik sehingga anda dapat bayaran darinya. misalnya jasa penerjemah, jasa mengemudi, jasa marketing dan apapun itu.

3.Jual kembali barang anda yang sudah tidak terpakai

Anda pasti punya barang yang sudah tidak anda pakai karena suatu hal misal, karena sudah sesak , karena anda sudah punya barang baru dsb, mulailah anda untuk mensortir barang anda yang layak anda jual karena anda sudah tidak membutuhkannya, juallah agak murah tentunya karena barang bekas, tapi itu nggak masalah karena darinya anda akan menghasilkan uang, right ?

4.Jual produk orang lain

Ya benar , anda bisa menghasilkan uang dengan menjualkan produk orang lain tanpa anda mengeluarkan uang sedikitpun, misal : Toko sepatu yang memberikan dropsip,reseller . Anda tidak harus beli sepatu dulu darinya , melainkan anda jualkan dagangan sepatunya dan anda akan memperoleh keuntungan berapa % darinya, Nah jika anda berhasil menjualkan banyak sepatu sekarang anda sudah punya banyak uang, selanjuntnya pikirkan mau usaha apa anda ?..

demikian tips dari saya dan salam action,

Kisah Inspiratif di Balik Pendirian Jasa Pengiriman Inovatif @Kirim_ID

Intan adalah founder Kirim.co.id yang pada akhir 2012 lalu melakukan rebranding dari nama sebelumnya d’Courier, di tahun 2012 Kirim.co.id mendapatkan pendanaan dari investor lokal.

Pengiriman dalam kota yang cepat dan terpercaya adalah masalah yang banyak dihadapi oleh ecommerce lokal, saya pernah beberapa kali ngobrol dengan pemilik ecommerce yang cukup besar, ia mengatakan kalau kurirnya biasanya sangat kesulitan menemukan alamat dari pembeli sehingga pengiriman terhambat.

Kirim.co.id adalah perusahaan yang memecahkan permasalahan ini. Berdiri sejak tahun 2008 dengan mencocokkan tanggal yang bagus untuk fengshui, siapa sangka di balik pendirian Kirim.co.id terdapat cerita yang sangat panjang di mana Intan berpindah-pindah tempat untuk menjalankan usaha ini, bisnis kurir adalah bisnis yang sulit untuk di-manage karena sifatnya yang padat karya dan berhadapan dengan para kurir yang tentu saja bukan lulusan universitas. Untuk menjalankan bisnis seperti ini membutuhkan kesabaran dan empati yang luar biasa.

Intan berbagi banyak hal dari pandangannya tentang investor, bagaimana expertise di vertical niche courier membawanya pada posisi sekarang sampai pandangannya tentang startup yang sukses seperti apa. (sejujurnya , ini salah satu tulisan tersulit yang saya buat karena Intan berbicara sangat cepat dan saya biasanya tidak ingin kehilangan satu detil pun dari apa yang disampaikan oleh founder).

 

Bisa sih kita gaji para kurir ini dengan rendah, mereka juga mau, tapi terus kamu nggak didoain sama  mereka gitu ?

Bisa dijelaskan siapakah Intan Saraswati?

Background saya awalnya adalah courier industry. Di Fedex, benar-benar memulai dari awal sekali, di bagian customer service sekitar tahun 2004-2005. Saya sendiri kuliah tahun 1998, kemudian magang di berbagai tempat. Dari sanalah saya belajar banyak soal kurir. Untuk customer service sendiri memang kita dituntut untuk mengerti secara detail dari sisi operation dan sebagainya. Jadi, saya benar-benar mempelajari hal tersebut di Fedex. Dari sana, saya di-challenge untuk menjadi AE. Lalu, pindah ke DHL pada tahun 2004-2005 . Total sekitar sembilan tahun bergelut di dunia courier.

Saya bekerja di Fedex hanya sekitar dua tahun, sisanya di DHL. Banyak hal yang saya pelajari, apalagi dalam sebuah perusahaan besar pastinya sudah memiliki sistem yang berjalan secara penuh, produk juga sudah berjalan. Pada saat itu mungkin saya yang terlalu kreatif. Dulu, karena saya menghandle banking customers, sebagai contoh saya deals dengan HSBC atau Citibank, klien yang sudah global contract harus menggunakan DHL.

Tiba-tiba mereka meminta dokumen dikirimkan dari Kelapa Gading ke Bapindo dalam waktu dua jam saja. Sementara DHL kan tidak bisa, paling tidak memerlukan waktu satu hari. Hal tersebut yang di-challenge kepada saya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Untungnya posisi saya saat itu di DHL membuat saya lebih bebas untuk bisa berkreasi dan menciptakan solusi khusus untuk customer. Mulailah kita kembangkan project2 tertentu. Biasanya kita bekerja sama dengan vendor-vendor dan mencari kurir lokal dan kita pekerjakan. Sempat ada project besar DHL di HSBC, kalau ada kartu kredit kan ada point rewards yang ditukar voucher, di mana kita memegang warehousenya. Di sana, saya menghandle lima belas perusahaan kurir dan mereka secara performance masih bisa dibilang kurang memuaskan. Mulai dari reporting dan sebagainya tidak dilakukan dengan baik. Sampai pada akhirnya saya mengerti kalau ingin memiliki kurir yang sesuai, kita harus membentuk mereka dan melakukan sejumlah hal. Tapi, kemudian saya berpikir bahwa saya selalu mengajari orang lain karena memiliki knowledge di sini, marketnya besar sekali, harusnya banyak yang bisa dilakukan tapi tidak banyak yang mengerti hal ini. Kenapa saya tidak mencoba untuk membuat sendiri?”. Dari situlah saya memutuskan untuk keluar dari DHL dan membuat perusahaan sendiri.

Apakah anda masih di DHL? Belum pindah ke Sitti ya? 

Belum. Jadi, pada akhirnya saya memutuskan keluar dari DHL karena mau membuat courier service yang “ini” (Kirim.co.id). Sebenarnya, niat saya keluar dari DHL adalah untuk serius mengerjakan company ini. Apalagi, tidak diperbolehkan untuk membuat perusahaan sendiri. Akhirnya, saya memutuskan untuk keluar. Tapi, yang namanya startup adalah di mana gaji saya digunakan untuk membayar kurir, misalnya saya tidak bekerja sama sekali sementara pemasukannya masih belum terlalu banyak, maka akan sulit. Kemudian, saya pun ditawari oleh Sitti. Saya pun menyetujui dan mengatakan bahwa saya juga memiliki perusahaan (Kirim.co.id) dan bekerja di Sitti sambil menjalankan Kirim.co.id.

Di Sitti, saya belajar banyak e-commerce. Di sini, saya melihat bahwa orang-orang e-commerce tidak mengetahui dunia pengiriman, logistik, dan sebagainya. Mereka melihat logistik itu tidak mudah, yang menurut mereka sulit adalah hal mudah bagi saya. Jadi, saya memberikan solusi dan kemudian mengembangkan apa yang saya rencanakan. Sampai pada akhirnya, saya merasa kerjaannya nggak selesai-selesai kalau saya masih tidak focus di satu tempat. Akhirnya saya memutuskan keluar juga dari SITTI dan terjun dengan dua kaki di dunia entrepreneur.

Berarti sudah keluar dari Sitti dan DHL juga ya?

Sudah dari dulu. Awalnya, saya keluar dari Sitti memiliki keinginan untuk mendapatkan investor terlebih dahulu supaya bisa jalan. Tapi, kalau sistem atau kantor tidak selesai-selesai, saya pun memutuskan untuk harus bisa jalan ada ataupun tidak adanya investor. Sempat vakum empat bulanan lebih, sampai akhirnya saya baru mendapatkan investor. Investor saya sendiri, Angel Investor, posisinya lebih memberikan advice ke kita. Selama ini, saya sendiri. Tidak ada partner yang bisa diajak bertukar pikiran. Lalu, saya pun mengajak co-founder, Eriawan (@Eriawane). Dia rekan saya ketika saya masih di DHL. Dia memiliki capability di bidang operation. Memang, sebenarnya harus ada orang yang bisa membantu saya namun juga mengerti courier industry. Setelah ada investor, Mulailah kita berbenah dan menjalani dengan serius, dalam arti memiliki kantor yang tetap, membangun sistem, kurir juga mulai diberikan seragam, diberikan motor dan sebagainya. Posisi yang lain juga sudah terisi. Sementara dulu, saya hanya bertiga. Sekarang, sudah mulai banyak dan timnya sudah komplit sehingga menjalankannya pun lebih mudah.

Sekarang timnya ada berapa?

40 orang. Kurirnya ada 25 orang. 15 sisanya. Sales marketing hanya dua orang. Finance ada dua orang, satu orang di bagian HR, lima customer service, sisanya adalah orang-orang operation (dispatcher). Ya, timnya memang terdiri dari orang-orang yang bekerja di bagian-bagian penting saja.

Bagaimana anda melihat dunia kirim-mengirim ini? Lalu, masalah apa yang sebenarnya dihadapi oleh e-commerce di Indonesia?

E-commerce, saya melihat gap teknologi yang cukup besar. Dari sisi e-commerce, mereka sudah terbiasa dengan segala macamnya menggunakan teknologi. Mereka berjualan online. Sekarang, kalau kita mau mengirim barang, pastinya kita mendapatkan waybill atau surat tanda bukti pengiriman. Sehari, oke untuk menulis satu atau sepuluh tanda bukti pengiriman. Tapi, kalau sudah sampai ribuan tentunya rusuh. Kalau untuk perusahaan kurir yang besar, DHL atau Fedex, mereka sudah memiliki program seperti itu. Jadi, anda ketik maka nanti akan keluar hasilnya tanpa harus menulis dengan tangan. Kalau yang lokal masih belum banyak memiliki program yang seperti itu. Mungkin, ada satu atau dua. Tapi, biasanya mereka tidak membagikan itu kepada customer yang levelnya belum terlalu besar. Pekerjaan manualnya masih banyak. Itu masalah yang pertama.

Yang kedua, mungkin masalah tracking. Sekarang, kalau kita mau mengirim barang, misalnya melalui JNE, dan kita ingin melihat barang yang kita kirim sudah sampai dimana, tentunya kita perlu membuka website JNE. Padahal, sebenarnya hal-hal tersebut dapat di-implant masuk ke sana. Hanya saja perusahaan-perusahaan besar seperti DHL, terkadang mereka sudah memiliki sistem tersebut namun mereka tidak bisa membuka link yang akan diberikan kepada customers, kecuali customer yang revenuenya besar sekali.

Saya melihat ada gapnya yang besar. Sebenarnya bukanlah masalah yang sulit, saya sendiri memiliki solusi untuk memecahkannya. Akhirnya, saya mengumpulkan rekan-rekan di bidang kurir (selain Kirim.co.id yang saya kerjakan). Jadi, saya menggunakan service mereka untuk tarif domestik dan internasional. Di tengah, saya membuat API.

Passionnya Intan sebenarnya apa ?

Delivery.

Rasanya kok tidak keren ya kok passion di dunia pengiriman.

Mungkin juga karena saya selalu merasa happy kalau masalah dari customer selesai.

Yang terpenting, solusinya sekarang adalah kalau hanya menjual pengiriman atau kurirnya saja sudah banyak. Almost every courier company juga seperti itu. Tapi, kalau yang anda jual adalah solusi, customer anda maka akan lebih loyal karena mereka mungkin merasa pernah ditolong. Itulah pengalaman yang saya dapatkan dulu. Jadi, selama saya memegang banking karena biasanya mereka meminta apapun yang pada akhirnya saya mampu memenuhinya. Setelah itu, merekalah yang mencari saya karena mereka merasa puas. Kalau saya sendiri mengatakan bahwa kirim.co.id adalah solusi pengiriman untuk pribadi ataupun e-commerce.

Passion-nya itu mungkin ya … “memecahkan masalah.”

sumber: startupbisnis